Majalah Reader’s Digest
mengungkapkan beberapa hal yang sebenarnya dirahasiakan HRD dari para pelamar
Liputanku.com,
Jakarta - Human Resource Development (HRD)
merupakan ujung tombak perusahaan yang menerima karyawan baru. Sebelum
menghadapi wawancara dengan calon atasan, semua kandidat pencari kerja harus
berhadapan terlebih dulu dengan pihak HRD.
Tapi
apakah Anda tahu bahwa ada beberapa hal yang disembunyikan HRD bila berhubungan
dengan calon pelamar? Majalah Reader’s Digest mengungkapkan beberapa hal
yang sebenarnya dirahasiakan HRD dari para pelamar seperti dlilansir hari ini,
Kamis (17/12/2015):
1.
Hindari melamar langsung ke HRD
Banyaknya lamaran yang masuk ke meja
HRD terkadang membuat proses rekrutmen memakan waktu lebih lama. Untuk
menghindari hal ini, Anda dapat mencoba mencari koneksi seseorang di perusahaan
tersebut atau langsung melamar lewat manajer divisi yang Anda inginkan.
Pihak HRD sering kali tidak bisa
menentukan seseorang bisa diterima atau tidak di sebuah perusahaan, karena
biasanya keputusan berada di tangan calon atasan Anda. Jika Anda melamar
langsung ke calon atasan atau seseorang yang Anda kenal, prosesnya bisa jauh
lebih cepat.
2. Gunakan nama email yang
baku
Saat melamar pekerjaan menggunakan
email, hindari account email dengan nama norak atau yang membuat Anda
terkesan tidak serius.
Kalau perlu, buat khusus satu email
dengan username nama Anda sendiri agar Anda terlihat lebih professional.
Seringkali HRD langsung melewatkan email yang memakai nama-nama aneh
pada username nya.
3. Gunakan CV yang singkat, padat
dan jelas
CV
panjang bukan tidak berarti menjadikan Anda lebih baik. Pihak HRD tidak punya
waktu banyak untuk membaca resume yang lebih dari dua halaman karena
dianggap kebanyakan dan bertele-tele, sementara banyak lamaran lain yang
menunggu untuk dibaca.
Coba
baca kembali CV Anda, apakah ada pengalaman dan informasi yang tidak ada
hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar? Kalau ada sebaiknya Anda hapus saja.
4.
Bangun koneksi
Mungkin
ini sudah jadi rahasia umum dan sering terjadi di Indonesia. Proses rekrutmen
terkadang didasari dari koneksi yang sudah dibangun. Kernyataan ini juga
menunjukkan bahwa HRD bisa lebih memilih kandidat yang memiliki koneksi kendati
masih banyak calon lain yang lebih bagus.
5. Menulis cover letter
sesuai
Pastikan
di cover letter dan CV Anda menuliskan pengalaman kerja dan skill sesuai
dengan yang dicari di iklan lowongan pekerjaan tersebut. Perhatikan kata
kuncinya dan gunakan kata-kata tersebut di lamaran Anda.
Misalnya,
perusahaan sedang mencari staf Finance yang berpengalaman di industri
perbankan, maka pastikan di dalam cover letter dan CV Anda termuat
kata-kata finance, bank, dan perbankan. (Vna/Ndw)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar